Lontong krubyuk adalah hidangan tradisional khas Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, yang terdiri dari lontong yang disajikan dengan kuah kaldu sapi yang melimpah dan berbagai pelengkap seperti suwiran ayam semur, tauge, daun seledri, dan bawang goreng. Nama “krubyuk” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “berjalan di genangan air,” menggambarkan kuah hidangan yang banyak.
Ciri khas
Nama : “Krubyuk” berarti “berjalan di genangan air,” sesuai dengan kuahnya yang banyak.
Rasa : Perpaduan rasa gurih, manis, dan segar dari kuah kaldu, ayam semur, dan pelengkap lainnya. Rasa semakin lengkap dengan tambahan kecap dan sambal.
Penyajian : Paling nikmat disajikan saat kuah masih panas dan biasanya menjadi menu makan siang.
Sejarah Lontong Krubyuk Khas Jepara
Lontong krubyuk merupakan salah satu kuliner khas Jepara yang sudah ada sejak masa kolonial dan berkembang di kalangan masyarakat pesisir. Nama “krubyuk” berasal dari suara byuk-byuk atau cipratan kuah saat disajikan, menggambarkan ciri khas hidangan ini yang berkuah banyak. Awalnya, lontong krubyuk disajikan sebagai hidangan rakyat pada acara hajatan dan syukuran karena bahan-bahannya sederhana, seperti lontong, irisan daging ayam, tauge, dan kuah kaldu gurih. Hidangan ini mencerminkan cita rasa khas Jepara yang ringan, segar, dan cocok disantap kapan saja. Hingga kini, lontong krubyuk tetap menjadi salah satu ikon kuliner tradisional Jepara yang diwariskan turun-temurun.



